JAKARTA - Saat hubungan diplomatik dengan Australia
berada di titik nadir, Indonesia justru tengah menguatkan hubungan kerja
sama dengan pemerintah Rusia.
Penguatan hubungan diplomatik tersebut, setidaknya tampak saat Wakil Ketua Parlemen Rusia Nikolai Levichev, ditemani Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin, menyambangi gedung DPR RI, Kamis (21/11/2013).
Nikolai Levichev dan Mikhail Galuzin ditemani beberapa stafnya, tiba di gedung DPR RI pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 wib.
Kedatangan Nikolai disambut hangat oleh Wakil Ketua DPR RI Priyono Budi Santoso, yang juga ditemani sejumlah staf.
"Kedatangan Wakil Ketua Parlemen Rusia adalah untuk membahas hubungan kerja sama antara kedua negara," ungkap Priyo.
Rencananya
mereka akan membahas kerja sama dalam beberapa sektor. Misalnya, sektor
ekonomi terkait APEC, sektor militer terkait pengadaan alat-alat
pertahanan perang, dan rencana pembuatan jalur rel kereta api di
Kalimantan Timur.
"Pesawat Sukhoi contohnya, itu merupakan salah satu simbol dari hubungan antar kedua negara," ujar Priyono.
Selain itu, kata dia, kedua negara juga akan membahas beberapa isu global seperti masalah laut Cina Selatan, dan krisis Suriah.

No comments:
Post a Comment