Jerman, Prancis dan sejumlah negara Eropa membentuk ‘Klub
Pengguna Drone’ Selasa (19/11/2013). Langkah ini dilakukan untuk
menghadapi persaingan pesawat tanpa awak dari AS dan Israel yang makin
mendominasi pasar dunia.
ABC News
menulis, sejumlah negara Eropa khawatir, dalam 10 tahun ke depan,
persenjataan udara mereka bakal ketinggalan. Tiga kontraktor peralatan
militer Eropa, Pan-European ADS dan Finmecanica serta Dassault dari
Prancis dikabarkan hendak menggarap pembuatan Drone dalam waktu dekat
ini. Menurut sebuah sumber, para menteri pertahanan Uni Eropa telah
beberapa kali bertemu untuk membahas penggunaan drone bikinan Eropa.
Dalam
serangan melawan kelompok Islam di Mali, Prancis menggunakan drone
milik AS. Sementara Jerman menggunakan pesawat tak berawak Heron 1
bikinan Israel untuk melakukan pengintaian di Afghanistan.
Sebelumnya,
Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere menjelaskan Jerman dan
Prancis berhasil menciptakan pesawat berawak generasi baru. ‘’Kami
berupaya menanggulangi satu kendala,’’ katanya.
Badan Pertahanan
Eropa kini mempertimbangkan peralatan militer, biaya dan teknologi
sebagai dasar untuk menyusun Program Drone Eropa.
Selain AS dan
Israel, Iran juga tercatat sebagai pemilik Drone canggih. Iran belum
lama ini memamerkan pesawat tanpa awak buatannya yang mampu menempuh
perjalan sejauh 2.000 km dan terbang selama 24 tanpa berhenti.

No comments:
Post a Comment