Shaanxi -- Teknologi roket atau peluru kendali (rudal) saat ini sudah diterapkan untuk aplikasi sipil.
Rudal telah digunakan untuk pengendalian cuaca sebagai alternatif
penggunaan pesawat yang lebih mahal.
Selain itu, dipakai juga untuk
mencegah longsoran salju dan lain-lain.
Kini, rudal mulai diterapkan di bidang pemadam kebakaran khususnya
untuk api yang sulit dijangkau kendaraan dalam waktu cepat yang disebut high-rise fire suppression (HFS).
Menurut sebuah portal china.org.cn, HFS dapat ditembakkan dan dikendalikan untuk memadamkan api di bangunan di atas 100 meter.
Hulu ledak rudal ini diganti dengan zat pemadam api yang sangat
efektif. Dalam berbagai percobaan, rudal tidak akan menyebabkan bangunan
runtuh.
Disebutkan keampuhan rudal ini sudah diuji pada sebuah bangunan yang
berdiri tinggi 18 meter di atas sebuah bukit dari jarak 100 meter.
"Dua rudal ditembakkan dari truk pemadam kebakaran di kaki gunung dan
mendarat tepat di tempat yang telah ditentukan. Api kemudian padam.
Rudal masuk ke bangunan melalui kaca jendela setebal 19 milimeter dan
semua ruangan langsung dipenuhi dalam zat kimia pemadam," tulis media
itu.
Dijamin, jika rudal melenceng dari sasaran roket ini sudah dilengkapi
dengan sistem pendaratan yang aman dan tidak menimbulkan ledakan.
Perancangnya, Qiu Xuyang mengatakan rudal mendarat tanpa mengobarkan api atau menimbulkan ledakan serta tidak bising.
"Jika rudal di luar perkiraan tidak menuju sasaran, sistem kontrol masih dapat menjamin pendaratan yang aman," katanya.
Dia mengatakan sistem rudal pemadam kebakaran ini dirancang untuk merespon kobaran api dari jarak jauh.
"Ini akan membantu menghemat waktu, harta benda dan nyawa yang berharga," tambah Qiu.
Rudal buatan perusahaan antariksa, China Aerospace Science and
Industry (CASIC) ini dilaporkan dapat memadamkan api seluas 60 meter
kubik.

No comments:
Post a Comment