Menurut laporan stasiun TV Jerman ARD, penjualan senjata Jerman
tahun 2012 paling banyak dilakukan ke Arab Saudi. ARD mengutip Laporan
Ekspor Senjata 2012 yang baru akan dipublikasi pemerintah hari Rabu
(20/11/13).
Tahun 2012, nilai penjualan senjata ke Arab Saudi mencapai 1,237 milyar
Euro. Senjata yang dijual terutama jenis senapan mesin, pistol otomatis
dan perangkat pengintaian dengan pesawat tanpa awak. Arab Saudi terutama
ingin memperkuat pengawasan di perbatasan.
Dikritik
Penjualan senjata ke Arab Saudi sering dikritik karena di negara itu
masih banyak terjadi pelanggaran hak asasi. Beberapa tahun terakhir,
penjualan senjata Jerman ke Timur Tengah meningkat pesat,
terutama ke Arab Saudi dan Qatar. Menurut laporan media, pemerintah
Jerman baru-baru ini juga menyetujui penjualan 270 panser jenis
"Leopard-2" ke Arab Saudi.
Tapi perusahaan pembuat Leopard-2, Krauss-Maffei Wegman menyatakan,
sampai saat ini belum ada pesanan konkrit dari Arab Saudi untuk panser
tempur andalan itu.
Sebelumnya, Jerman juga diberitakan sudah menyetujui penjualan sekitar 100 panser Leopard-2 untuk Indonesia.
Rencana itu juga sempat menyulut kritik dari kalangan oposisi di
Jerman, terutama dari Partai Hijau dan Die Linke (Partai Kiri).
Tapi pemerintahan Angela Merkel menolak kritik itu dan menerangkan,
Saudi Arabia adalah mitra strategis yang menjamin stabilitas politik dan
keamanan di kawasan Timur Tengah.
Penjualan senjata ringan meningkat
Tahun 2012, pemerintah Jerman mengeluarkan ijin ekspor senjata senilai
4,7 milyar Euro, lebih sedikit daripada ekspor tahun sebelumnya yang
mencapai 5,4 milyar Euro. Hampir 60 persen senjata itu dijual ke kawasan
di luar Uni Eropa dan NATO.
Penjualan senjata yang meningkat pesat adalah dari jenis senjata ringan
seperti pistol dan senapan. Tahun 2012, penjualan senjata ringan ke luar
Uni Eropa dan NATO mencapai nilai 37,1 juta Euro, naik dari tahun
sebelumnya 17,9 Euro.
Dalam perundingan koalisi antara SPD dan CDU/CSU disepakati, senjata
ringan buatan Jerman akan ditandai dengan lebih baik, agar asal usulnya
mudah dilacak. Dengan demikian, penjualan dan pengunaan senjata bisa
lebih mudah diawasi.
Selain itu, pemerintah akan memberi informasi lebih banyak kepada
parlemen dan publik tentang ijin penjualan senjata. Setiap perusahaan
Jerman yang ingin menjual senjata ke luar Uni Eropa dan NATO perlu ijin
ekspor khusus.

No comments:
Post a Comment