India akan segera meluncurkan pasukan peyerang gunung yang baru
dibentuk yang ditujukan untuk operasi militer di sepanjang perbatasan
dengan China pada barisan Pegunungan Himalaya.
Pasukan ini akan terdiri atas 50.000 prajurit dilengkapi dengan
helikopter serang, pesawat operasi khusus, senjata artileri 155 mm,
pesawat tak berawak [UAV], dan sistem rudal pertahanan udara. Pasukan
ini, yang diperkirakan akan menelan biaya USD 10 miliar hingga 13 miliar
untuk pembentukan dan operasionalnya, akan dipusatkan di Panagarh di
negara bagian India sebelah timur, Bengal Barat.
Pasukan ini direncanakan untuk melakukan berbagai operasi selama tujuh tahun ke depan.
Komite Kabinet masalah Keamanan [Cabinet Committee on Security atau
CCS], badan pembuat keputusan tertinggi masalah keamanan di India,
menyetujui pasukan ini. Perdana Menteri Manmohan Singh mengepalai CCS,
yang mencakup para Menteri Pertahanan, Keamanan Tanah Air, Luar Negeri,
dan Keuangan. Kementerian Keuangan India menolak pembentukan pasukan ini
menyusul pembahasan awal dua tahun lalu.
Divisi gunung dibentuk tiga tahun lalu
India membentuk dua divisi gunung masing-masing berkekuatan 15.000
prajurit di sepanjang perbatasan timur dengan China. Pasukan penyerang
ini, selain dua divisi gunung tersebut, ditujukan untuk melawan potensi skenario perang dua medan.
Tiga pasukan penyerang India lainnya ditempatkan di sepanjang
perbatasan barat dengan Pakistan dan diorientasikan untuk serangan ke
arah barat.
India terus berurusan dengan China mengenai masalah perbatasan. China
menuduh India secara tidak sah menduduki wilayah sekitar 90.000
kilometer persegi [34.749 mil persegi] di daerah yang disebut negara
bagian Arunachal Pradesh. Inggris yang menduduki India hingga tahun 1947
mengklasifikasikan wilayah ini sebagai Jalur Perbatasan Utara-Timur dan
membuat landasan pendaratan beralas tanah untuk membantu pesawat sekutu
selama Perang Dunia II.
“Apa pun yang perlu dilakukan demi kepentingan nasional dari waktu ke
waktu akan dilakukan. Kami bekerja untuk perdamaian dengan upaya sama
kerasnya untuk bersiap diri terhadap masa keras dan masa sulit … kami
hidup di dunia yang menggabungkan prinsip dengan pragmatisme dan kita
tak bisa menyalahkannya pada salah satu, pada prinsip atau pragmatisme,”
kata Menteri Luar Negeri Salman Khurshid.
Pasukan penyerang ini ditujukan untuk menghadapi China dan sudah
terjadi bahkan ketika kedua negara ini sedang di tengah negosiasi
berlarut-larut untuk menyelesaikan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung 167 tahun.
China bereaksi hati-hati dengan langkah tetangganya.
“Pemerintah China dan India sudah menandatangani beberapa perjanjian
untuk menjaga kedamaian dan ketentraman di wilayah perbatasan dan untuk
mengambil langkah-langkah yang membangun kepercayaan di bidang militer …
situasi keseluruhan di wilayah perbatasan antara kedua negara damai dan
stabil. Sisi China siap untuk bekerja dengan sisi India untuk menjaga
kedamaian dan ketentraman,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam
sebuah pernyataan.
Pertempuran kecil India dan China
India dan China terlibat perang pada tahun 1962,
pertempuran kecil pada tahun 1967, dan kebuntuan pada tahun
1987. Letupan terakhir adalah kebuntuan tiga pekan pada bulan Mei di pos
perbatasan terpencil di ketinggian 16.000 kaki. Pembangunan
infrastruktur di kedua sisi gunung yang terpisah terus berlanjut dengan
kedua negara membangun lapangan udara dan jalanan guna memberikan akses
lebih cepat untuk pasukan. Tidak ada garis demarkasi, yang mengakibatkan
klaim wilayah yang tumpang-tindih.
Pegunungan Himalaya memisahkan China dari India, membentuk pembatas
alami dan tangguh. Pegunungan menjulang tinggi dan celah-celah di antara
puncaknya tak bisa dilalui selama beberapa bulan setiap tahunnya.
Puncak terendah berada di ketinggian sekitar 12.000 kaki dan puncak
tertinggi 18.000 kaki. Pegunungan ini terus ditutupi salju, hanya
memungkinkan sedikit waktu di musim panas untuk serangan infantri.
Peralatan dari AS akan digunakan
India akan mengerahkan peralatan terbaru yang dibeli dari Amerika
Serikat dalam dua hingga tiga tahun terakhir ini. Sejumlah enam Super Hercules C-130J untuk
operasi khusus, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, akan ditempatkan
di Panagarh yang juga akan menjadi markas pasukan penyerang.
Pesawat-pesawat ini akan digunakan untuk mendaratkan pasukan dengan
cepat menggunakan landasan pendaratan yang dibangun pada masa PD II.
Dukungan helikopter angkut berat akan mencakup Chinook yang akan segera
dibeli, diproduksi oleh The Boeing Co. Armada helikopter serang
Mi-25/Mi-35 India akan segera ditambah dengan helikopter Apache Longbow
AH64-D yang juga akan mendukung pasukan tersebut.
Angkatan Udara India [AUI] mengumumkan sebuah filosofi operasi baru yang sejalan dengan pembentukan “armada ayun” dan pemutakhiran militer lainnya. Armada ayun AUI yang terdiri dari pesawat jet tempur Sukhoi-30MKI bermesin
ganda akan berada di luar pasukan penyerang baru ini tetapi akan
memberi tambahan kekuatan serang dan membantu upaya pasukan darat.
“Semua skenario kemungkinan pertempuran udara pada perang dua medan
disimulasikan dan ditindaklanjuti,” kata AUI dalam pengumumannya pada
media. “Kemampuan tersebut telah berhasil divalidasi.”

No comments:
Post a Comment