AH-1 SuperCobra adalah jenis helikopter serang bermesin ganda
yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Bell Helicopter. Pabrikan
pesawat helikopter yang berkedudukan di Hurst, Texas, USA ini telah
membuat beberapa versi helikopter yang menjadi andalan militer AS.
Selain AH-1 SuperCobra, Bell yang bekerjasama dengan Boeing juga telah
membuat pesawat hybrid V-22 Osprey yang terkenal itu.
AH-1 SuperCobra dikembangkan berdasarkan desain AH-1 Cobra,
helikopter tempur versi sebelumnya yang digunakan oleh Angkatan Darat AS
di Vietnam. Selama beberapa tahun AH-1 SuperCobra menjadi tulang
punggung Korps Marinir AS, namun secara bertahap keberadaannya mulai
diganti oleh helikopter tempur Bell AH-1Z Viper.
Pada pertengahan dasawarsa 1960-an Korps Marinir AS sangat tertarik
dengan helikopter AH-1G Cobra yang digunakan oleh Angkatan Darat, dan
ingin agar helikopter tersebut dimodifikasi menjadi bermesin ganda untuk
meningkatkan keselamatan operasional di kawasan perairan. Awalnya
Departemen Pertahanan AS menolak keras untuk memberikan helikopter Cobra
bermesin ganda kepada Korps Marinir, departemen ini ingin memberikan
helikopter yang sama seperti yang digunakan oleh Angkatan Darat. Tapi
akhirnya Korps Marinir memenangkan permintaannya dan pada Mei 1968
mereka memberi kontrak kepada perusahaan Bell untuk membuat 49 unit
helikopter AH-1J SeaCobra yang memiliki mesin ganda.
Helikopter tempur AH-1 SuperCobra (varian AH-1J) melakukan
penerbangan perdana pada tahun 1969. Selanjutnya varian AH-1J mulai
dioperasikan pada tahun 1971, lalu menyusul varian AH-1W pada tahun
1986.
Meskipun dikenal sebagai helikopter tempur bermesin ganda, beberapa
varian AH-1 SuperCobra masih bermesin tunggal, yaitu AH-1G, AH-1Q,
AH-1S/P/E/F, dan tentu saja AH-1 Cobra. Dan varian selebihnya adalah
bermesin ganda seperti dibawah ini:
AH-1J SeaCobra, ini varian asli atau awal dari versi mesin ganda.
AH-1J Internasional, versi ekspor dari varian AH-1J SeaCobra. AH-1T
Improved SeaCobra, upgrade dari varian sebelumnya dengan menambah
panjang ukuran tailboom serta peningkatan mesin dan transmisi. AH-1W
SuperCobra, juga dikenal dengan nama Whiskey Cobra, varian yang bisa
diandalkan untuk operasional pada siang mapun malam hari, juga
dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat dan persenjataan yang lebih
maju. AH-1(4B)W Viper, ini versi uji coba dengan empat bilah
baling-baling. Varian asli hanya memiliki dua bilah baling-baling. Rotor
yang digunakan sama seperti yang dimiliki helikopter Bell 680. Sebuah
prototipe telah dikonversi dari AH-1T 161022. AH-1Z Viper, varian baru
yang juga dijuluki "Zulu Cobra". Dikembangkan bersamaan dengan varian
UH-1Y Venom pada Program H-1. Peningkatan meliputi penggunaan empat
bilah baling-baling dan menambah Sistem Penargetan Malam (NTS: Night
Targeting System). Model 309 King Cobra, versi eksperimental untuk
helikopter serang yang mampu dioperasikan dalam segala macam kondisi
cuaca. Desain dasar diambil dari AH-1G dan AH-1J. Dua prototip 309 King
Cobra telah dibuat. Yang pertama menggunakan mesin PW&C T400-CP-400,
sedangkan prototip kedua menggunakan mesin Lycoming T-55-L-7C.
CobraVenom, varian yang ditawarkan kepada Inggris. AH-1RO Dracula,
varian yang ditawarkan kepada Rumania. AH-1Z King Cobra, pernah
ditawarkan kepada Turki untuk Program ATAK, program pengembangan
helikopter tempur yang dikerjakan oleh Turkish Aerospace Industries dan
AgustaWestland yang menghasilkan helikopter tempur T-129. Tawaran varian
AH-1Z King Cobra ini dibatalkan karena Bell dan Turki tidak bisa
mencapai kesepakatan mengenai produksi. Panha 2091, versi upgrade varian
AH-1J International yang dikembangkan oleh Iran tanpa seizin Bell.

No comments:
Post a Comment