Washington -- Tak banyak yang tahu bahwa Amerika Serikat (AS) ternyata menggunakan helikopter Rusia untuk membantu Afghanistan.
Sejak
dua tahun silam 63 pesawat Mi-17 bikinan perusahaan Rusia,
Rosoboronexport dibeli dengan harga total US$ 1 miliar. ‘’Lalu kenapa
harus membeli bikinan Rusia? Kenapa bukan memakai bikinan Amerika?’’
tanya John Cornyn, senator Republik dari Texas kesal.
Skandal pembelian peralatan militer itu terbongkar berkat investigasi kantor berita Associated Press
(AP). Sejumlah pejabat tinggi Pentagon terbukti menggunakan studi
lawas, 2010, yang menyarankan penggunaan helikopter Mi17. Di antaranya
Frank Kendall, pejabat top Pentagon, lalu Menteri angkatan darat John
Mchugh dan wakil Menhan Ashton Carter, yang baru saja mengundurkan diri.
Helikopter
Mi-17 dipakai untuk menggantikan Heli Chinook bikinan Boeing. Menurut
Pentagon, para pilot Afghanistan sudah biasa mengemudikan heli bikinan
Rusia itu. ‘’Lagipula M-17 cukup lincah dioperasikan di kawasan
pegunungan Afghanistan,’’ bunyi dokumen lawas itu.
Padahal kenyataannya, Chinook punya kemampuan lebih, di antaranya mampu memuat 13 ribu kg lebih banyak dari bikinan Rusia.
Setelah
dievaluasi kembali, Pentagon membatalkan pemesanan 15 dari 78 buah heli
yang dipesan dari Moskow. Isaykin, Direktur pabrik Rosoboronexport
menyatakan pihaknya tak mengganggu nasib perusahannya.
‘’Pembeli lain sudah berderet dalam daftar kami. Mereka sudah antre sampai tiga sampai empat tahun ke depan,’’ katanya.

No comments:
Post a Comment