Seoul – Pemerintah Korea Selatan pada Minggu ini telah mengumumkan
ekspansi zona keamanan udara yang dimilikinya. Hal ini tidak lain
dikarenakan pada beberapa minggu kemarin, China telah mengklaim zona
keamanan udaranya.
Seperti yang dilansir dari The Wall Street Journal, Minggu
(8/12/2013), juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min Seok
mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa
negara terkait adanya konfrontasi militer, kecelakaan serta kepastian
akan keamanan pesawat.
Dimana ekspansi yang dilakukan pihak Korsel ini mencapai wilayah
pualu bebabutan yang memiliki jarak sekitar 170 kilometer jika diukur
dari wilayah Korea Selatan serta 290 kilometer berjarak dari wilayah
China.
Sebagai informasi bahwa memang di atas pulau bebatuan tersebut, baik
KOrsel ataupun China sudah mendirikan sebuah stasiun penelitian laut.
Dimana Korsel menyebut stasiun tersebut dengan nama Leodo dan Beijing
menyebutnya dengan nama Suyan.
Di lain hal, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei,
menginginkan agar Korea Selaran mentaati adanya hokum internasional
ketika memperluas zona pertahanan udaranya. Bahkan tidak sedikit yang
menilai bahwa ekspansi yang dilakukan oleh Korsel ini membuat konflik
yang ada di Asia Timur ikut memanas.
Dalam keterangan persnya, Jumat kemarin, Hong Lei menyatakan bahwa
seharusnya Korea Selatan menjalani hukum dan konvensi internasional.
Terkait hal ini China akan berkomunikasi dengan pihak Korea Selatan.

No comments:
Post a Comment